Kunjungan SDGs Hub UI ke FIB UI

Pada hari Jumat, 6 Maret 2020, SDGs Hub UI mengadakan roadshow ke Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia di Auditorium Gd. 4 FIB. Disambut oleh Bapak Dr. Adrianus Laurens Gerung Waworuntu selaku Dekan FIB UI dan Ibu Bernadette Kushartanti, M.Hum., Ph.D selaku Manajer Riset dan Pengabdian Masyarakat FIB, Koordinator SDGs Hub UI, Dr. Triarko Nurlambang, MA kemudian memberikan pemaparan mengenai Global Goals. 

 

SDGs Hub UI hadir untuk memberikan penjelasan mengenai peran FIB dengan SDG, sejalan dengan arahan bahwa hibah riset dan kegiatan pengabdian masyarakat di FIB akan dikaitkan dengan target dan indikator SDG. Rumpun ilmu FIB sangat luas dan mencakup berbagai departemen, dari sastra, arkeologi, sejarah, serta filsafatsehingga bukan merupakan hal yang berlebihan jika dikatakan bahwa FIB dapat mencakup seluruh 17 SDG, tidak terbatas hanya SDG nomor 4 (Quality Education) saja. Ilmu yang dipelajari di FIB selama ini pun telah memiliki kontribusi besar terhadap pembangunan manusia, transformasi budaya, peningkatan literasi, tak terkecuali filsafat yang dapat terintegrasi dalam berbagai ranah keilmuan lain. 

 

Pertemuan yang bersifat terbuka untuk pengajar maupun mahasiswa tersebut berhasil mendorong diskusi yang kritis, mulai dari pertanyaan mengenai MDG (Millenium Development Goals) dan apakah delapan MDGs yang dicanangkan PBB pada tahun 2000 tersebut berhasil tercapai. Selanjutnya terdapat diskusi menarik mengenai Human Development Index Indonesia, yang memunculkan diskusi mengenai ketimpangan di Indonesia Barat dan Indonesia Timur. 

Dimitri, mahasiswa FIB UI yang pernah mengikuti kelas SDG dari CISDI memberikan pertanyaan mengenai beberapa target SDG yang dianggap kontradiktif satu sama lain. Misal, pro-kontra mengenai renewable energy yang dapat menimbulkan hilangnya lapangan kerja, contohnya bagi industri perminyakan. 

Kemudian diskusi dilanjutkan ketika Bapak Dr. R. Cecep Eka Permana, S.S, M.Si, pengajar Arkeologi FIB UI, menantang agar sivitas UI tidak terus mengkotak-kotakan diri dalam melihat keilmuan. Pada jaman sekarang ini, Pak Cecep berpesan agar kita mengubah pemahaman tersebut karena pada akhirnya berbagai rumpun keilmuan dapat bersinergi untuk menyelesaikan masalah bersama dan menjadikan kehidupan manusia yang berkelanjutan. 

“Ini merupakan tantangan besar untuk mengambil kebijakan yang dapat mengakomodasi Tridharma Perguruan Tinggi dan Sustainable Development Goals, sehingga diperlukan keikutsertaan dan komitmen bersama untuk mencapainya. Selain itu, perlu dicari rumusan apa yang terbaik untuk Indonesia berdasarkan SDGs Hub, dan terus mendorong pengabdian masyarakat yang bersifat transdisiplin” merupakan simpulan pertemuan dari Ibu Bernadette. 

Diharapkan dengan berkunjungnya SDGs Hub UI ke FIB dalam rangkaian roadshow dapat semakin melokalisasi Global Goals pada lingkup perguruan tinggi.